Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Werdha dan Balai Penyantunan Sosial
Keywords:
Elderly, Psychological Well-Being, Quality of LifeAbstract
Background: Aging is an inevitable phase of life, accompanied by various physical, psychological, and social changes. These changes have a direct impact on the quality of life of the elderly, reflecting their ability to live a meaningful life. One important factor in coping with these changes is psychological well-being, a positive mental state characterized by self-acceptance, a sense of meaning in life, and healthy social relationships. Objective: This study aims to examine the relationship between psychological well-being and the quality of life. Methods: This study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The research instruments used were a psychological well-being questionnaire and the WHOQOL-BREF quality of life questionnaire. The sample consisted of 48 elderly individuals, selected using a total sampling technique. Results: The results of the Spearman’s Rank test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between psychological well-being and quality of life. The correlation strength (r = 0.506) falls into the moderately strong category and shows a positive correlation. Conclusion: There is a significant relationship between psychological well-being and the quality of life of elderly individuals living in Panti Werdha Damai Ranomuut and Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah.
Latar belakang: Proses menua adalah fase kehidupan yang tidak dapat dihindari, disertai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, serta sosial. Perubahan ini berdampak langsung pada kualitas hidup lansia, yang mencerminkan kemampuan mereka menjalani hidup secara bermakna. Salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan tersebut adalah kesejahteraan psikologis, yaitu kondisi mental positif yang ditandai dengan penerimaan diri, makna hidup, dan hubungan sosial yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesejahteraan psikologis dan kuesioner WHOQOL-BREF. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 lansia, menggunakan teknik total sampling. Hasil: Hasil uji Spearman’s Rank menunjukkan nilai p value= 0.001 (p= < 0.05), artinya ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup, dengan kekuatan korelasi (r= 0.506) yang termasuk kategori cukup kuat dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Werdha Damai Ranomuut and Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah.