Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Semester I Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
Keywords:
Tingkat stres, siklus menstruasi, mahasiswi kedokteranAbstract
Latar Belakang : Menstruasi adalah perdarahan periodik dan siklik dari uterus akibat pelepasan endometrium, yang terjadi secara teratur selama masa reproduksi. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti status gizi, IMT, aktivitas fisik, kontrasepsi hormonal, dan stres. Pendidikan kedokteran dikenal memiliki tingkat stres yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi tahun 2024. Tujuan : Menentukan hubungan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi semester pertama. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik purposive sampling diterapkan untuk melibatkan 158 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil : Uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (≤0,05), yang menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat stres dan siklus menstruasi. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi tahun 2024.