Abstract
Lansia (≥60 tahun) merupakan kelompok rentan dengan risiko tinggi terhadap penyakit kronis, termasuk hipertensi. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan lansia di Desa Wori, Kecamatan Wori, Minahasa Utara, tentang hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif komunitas dilakukan pada 26 lansia dengan hipertensi di Jaga III dan IV Desa Wori. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil menunjukkan sebagian besar lansia memiliki tingkat pengetahuan cukup (73,1%), kurang (23,1%), dan baik (3,8%). Dari aspek sikap, (80,8%) lansia cukup, (15,4%) kurang, dan (3,8%) baik. Namun perilaku kesehatan masih tergolong rendah, dengan (84,6%) kategori kurang dan (15,4%) cukup. Simpulan: Meskipun pengetahuan dan sikap lansia terhadap hipertensi tergolong cukup, perilaku kesehatan masih rendah. Hal ini menunjukkan perlunya program edukasi kesehatan berkelanjutan, pemberdayaan lansia, serta dukungan keluarga untuk meningkatkan manajemen hipertensi pada komunitas lansia.
