Korelasi Antara Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada Pasien Hipertensi dengan Risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) Berdasarkan Kuesioner Stop-Bang di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Keywords:
Hypertension, Obstructive sleep apnea, STOP-Bang, Blood pressureAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi faktor risiko utama terhadap berbagai komplikasi kardiovaskular. Salah satu kondisi yang berhubungan erat dengan hipertensi adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu gangguan tidur akibat obstruksi jalan napas atas yang menyebabkan apnea dan hipopnea berulang saat tidur. Kondisi ini dapat memperburuk hipertensi melalui aktivasi sistem saraf simpatis dan hipoksemia intermiten. Tujuan: Mengetahui korelasi tekanan darah sistolik dan diastolik dengan risiko OSA pada pasien hipertensi. Metode: analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 pasien hipertensi rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Data tekanan darah diperoleh melalui rekam medis, sedangkan tingkat risiko OSA dinilai menggunakan kuesioner STOP-Bang. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (54,5%), perempuan (66,7%), dan mengalami obesitas tingkat 1 (39,4%). Sebagian besar memiliki risiko tinggi OSA (78,8%). Terdapat korelasi sangat kuat antara tekanan darah sistolik (r=0,938; p<0,001) dan diastolik (r=0,922; p<0,001) dengan risiko OSA. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat dan bermakna antara tekanan darah sistolik maupun diastolik dengan risiko OSA. Skrining OSA pada pasien hipertensi sangat dianjurkan.Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris dan Indonesia.

